News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Daftar Tempat Wisata
| Judul | Isi |
|---|---|
| Jam Gadang | Jam yang merupakan peninggalan sejarah ini, berdiri megah di tengah taman sabai nan aluih di depan Istana Bung Hatta atau Istana Tri Arga. Monument ini dibangun pada tahun 1926 oleh seorang arsitek kota bersama dengan ST. Gigi Ameh. Dan pada waktu itu sekretaris kota dijabat oleh Tuan Roocker Meker yang mendapat.. selengkapnya |
| Ngarai Sianok | Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek.. selengkapnya |
| Benteng Fort de Kock | Sebuah benteng militer yang telah didirikan oleh Kapten Bauer pada tahun 1825 di atas “Bukit Jirek” yaitu semasa Baron Hendrick Marcus de Kock menjadi komandan de Roepen dan Wakil Gubernur Jendral Hindia Belanda. Dari sinilah asal nama “For De Kock” yang digunakan sebagai tempat pertahanan.. selengkapnya |
| Lobang Jepang di Bukittinggi | Salah satu peninggalan Jepang yang dijadikan objek wisata adalah Lobang Jepang. Objek wisata ini terletak di jantung Kota Bukittinggi dengan panjang lebih kurang 1400 meter. Dahulu lobang ini berfungsi sebagai tempat pertahanan bagi tentara.. selengkapnya |
| Taman Marga Satwa Kinantan | Taman Marga Satwa Kinantan terletak di Kota Bukittinggi, tepatnya di Bukik Malambuang. Pada awalnya, objek wisata ini diperuntukkan sebagai taman bunga yang diberi nama Storm Park. Akhirnya 3 Juli 1929 dirubah menjadi taman marga.. selengkapnya |

Provinsi
